Bekerja 15 tahun dalam aroma kepegawaian tidak semerta-merta mengajarkan saya bagaimana caranya menjalankan suatu bisnis. Namun setidak-tidaknya bertemu banyak pihak, bekerja dengan kultur organisasi perusahaan yang berbeda-beda mulai dari konsultan IT, Telco, korporasi menengah, asuransi, digital agency dan akhirnya perusahaan asing mengajarkan saya beberapa pijakan penting bagaimana memulai suatu bisnis.

#1 Talk is Cheap, Take Action is Pricey

“Ngomong itu gampang, mau jadi ini, mau jadi itu .. Begitu menjalankan baru sadar tak semudah yang terlihat”. Itu sekilas gambaran perjalanan ke belakang menjalankan bisnis jasa pembuatan website. Berbagai lika-liku menghadapi klien, partner, masalah teknis dan tentunya cash flow menjadi santapan jika Anda pun berminat mengarungi indahnya dunia wirausaha.

Saya merasakan betul perbedaan kuadran bekerja di suatu perusahaan, menghadapi dinamika kepemimpinan berbagai tipe bos, politik perusahaan maupun kebijakan-kebijakan yang terkadang membuat dahi berkerut jika dibandingkan menjadi bos untuk diri sendiri. Memberikan perintah itu mudah, sama seperti berbicara jika ingin menghasilkan omzet dan profit sekian-sekian .. namun jika yang berbicara tidak pernah berjualan di lapangan, tidak mengerti bagaimana menghadapi klien yang berbeda-beda karakter, tidak mengerti teknis dan hanya bisa menyuruh maka tidak heran target perusahaan tidak tercapai.

Menjalankan roda bisnis secara langsung membuat saya bersyukur dan sadar jika inovasi dan kerja keras itu pasti membuahkan hasil. Kalau cepat menyerah, maka jangan berharap hasilnya akan bagus.

Pelajaran pertama, jangan banyak berbicara dan membual karena siapapun bisa berbicara. Mengambil langkah penting, mengeksekusi suatu ide / gagasan bisnis, memutuskan apa yang harus dilakukan itu lebih bernilai daripada omdo dan terus menimbang-nimbang. Tentu segala sesuatunya harus dipertimbangkan, namun apa langkah selanjutnya?. Kesuksesan itu buah kesabaran, keuletan dan bukan jalan instan. Semua berproses dan harus melewati tahapan-tahapan serta ujian untuk memastikan layak tidaknya kita berwirausaha. Menyerah itu mudah, terus berjalan ke depan dan mengambil tindakan itu yang utama.